Sego Tempong Banyuwangi

Home » Artikel » Sego Tempong Banyuwangi

Anda Punya pertanyaan? jangan sungkan! Silahkan masukan alamat email, nama dan nomor telepon/ nomor WA di kolom bawah ini. Dan biarkan kami yang akan mengubungi anda. Data tidak akan kami publikasikan.

Sego Tempong Banyuwangi

Sego Tempong (Nasi Tempong) adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Banyuwangi. Makanan ini disajikan dengan berbagai lauk pauk, lalapan dan sambal yang khas.

Nama sego tempong berasal dari kata “tempong” yang dalam bahasa osing berarti “tampar”. Makanan ini dinamakan demikian karena memang ciri khas dari sego tempong ini adalah sambalnya yang pedas seakan menampar mulut orang yang memakannya.  Awalnya sego tempong merupakan bekal yang dibawa oleh masyarakat Banyuwangi ke sawah. Sego Tempong biasanya disajikan dalam porsi besar, lengkap dengan lauk pauknya untuk menambah tenaga bagi para petani yang sedang berkerja di sawah.

Cita rasa sego tempong ini terletak di sambal tempongnya. Biasanya, sambalnya baru dibuat dan masih terasa nikmat ketika disajikan. Seporsi sego tempong biasanya disajikan dengan beraneka lauk pauk seperti tahu, tempe, ikan asin dan perkedel jagung dan dilengkapi dengan sayur bayam rebus, terong rebus, mentimun dan daun kemangi sebagai lalapan pendukungya.

Source : https://balaibahasajatim.kemdikbud.go.id/2023/01/26/sego-tempong-khas-banyuwangi/

Sego tempong (bahasa Indonesia: nasi tempong) adalah makanan khas Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia yang ciri khasnya ada pada sambalnya yang pedas dan segar. Diberi nama “tempong” (tempeleng) karena setelah makan sego tempong rasanya seperti ditempeleng karena pedas.

Kami Arjuna88trans travel murah juga melayani rute ke berbagai penjual Sego Tempong di Banyuwnagi. Sego Tempong atau Nasi Tempong ini adalah salah satu makanan Khas Kabupaten Banyuwangi, Nasi dengan sambal khas ini, disantap dengan lauk pada umumnya, seperti ikan laut segar goreng, tempe dan tahu goreng, bisa juga ayam goreng dan empal. Namun yang paling khusus adalah sambalnya, karena diracik secara khusus. Mulai bahan tomat (ranti-bhs Using), serta terasi yang digunakan. Bahkan saking pedasnya, orang yang habis menyatap Nasi Sambal ini seperti di-Tempong (Tampar-bhs Indonesia). Nah, dari sinilah muncul istilah “Nasi Tempong” yang membuat penyuka makanan pedas menjadi ketagihan.Nasi ini sangat nikmat di sajikan dalam keada an malam hari sambil melirik keindahan kota banyuwangi. Warung Nasi kepunya an mbak Sum yang berada di samping Selatan Roxi ini sangat ramai sekali mulai sore hingga malam hari, tak pelak jika sering pelanggannya kehabisan menu hidangan jika datangnya sudah malam.

Penjual “Sego Tempong” di Banyuwangi, selalu menggunakan “Ranti”, tomat yang bentuk kulitnya bergelombang. Sebagian orang orang juga menyebit “Melinjan”, ada juga yang menyebur “Blondotan“. Dalam bahasa latin Solanum lycopersicum, tetapi bentuknya tidak bulat penuh. Sagak gepeng, kulitnya bergelombang seperti kulitnya “waluh” (bhs.Jawa). Orang Banyuwangi menyebut ranti ini sebagai bagian dari timat sayur, sedangkan tomat pada umumnya yang kulitnya halus sebagai tomat buah. Bedanya dengan tomat pada umumnya, ranti ini tidak “lengur” (bhs. Jawa) kalau dibikin sambal tanpa dimasak. Bijinya ranti ini juga lebih banyak, dibanding tomat jenis lain. Namun apabila akan digunakan sambal, biasanya bijinya dibersihkan, hanya kulit dan dagingnya yang dipakai.

Selain menggunakan “ranti” khusus, sambal tempong juga menggunakan trasi spesial. Jika umumnya trasi berbahan udang kering, atau ebio. Namun penjual nasi tempong di Banyuwangi akan memesan secara khusus terasi berbahan baku “Teri Nasi”. Teri warna putih yang sudah dikeringkan ini, ternyata mempunyai kelejatan tersendiri.

Kemudian bahan lainnya, seperti cabe rawit, cabe merah, bawang merah dan bawang putih sama dengan sambal pada umumnya di daerah lain. Namun meski pembelinya banyak, penjual “Sego Tempong” akan meracik sambal dulu sesuai pemesan yang datang. Kecuali terasi dan bawang putih digoreng dulu, kemudian cabe rawit, cabe merah dan ranti yang sudah digilangkan bijinya, dilumatkan dalam cobek dari batu. Selain diberi garam dan gula sedikit tentunya, ada juga yang diberi jeruk. Nah, setelah halus lumatannya, jadilah sambal tempong siap saji yang segarr dan “pewedes…!!!

Sambal ini disajikan dengan nasi panas “kebul-kebul”, dengan lauk standar tahu dan tempe goreng, Namun pembelio juga bisa menambah dengan lauk lele goreng, ayam goreng, pindang goreng atau ikan lautr segar goreng. Kemudian lalapannya dalam bentuk matang semua, yaitu sayuran (Sawi Bhs.Jawa), manisah (gondes bhs. Jawa), terong welut, kubis, serta aneka sayuran lainnya yang musim saat itu. Bila ada yang tidak suka, tinggal bilang kepada penjualnya. Anda tidak mau salah satu sayur yang ada…

Nah, harganya hanya Rp. 6000 porsi, dengan satu lauk pilihan. Apabila lauk pilihan lebih dari satu, tentu hargaya juga ikut tambah.

Setelah makan pewedes, bagi yang merokok bisa menutup kenikmatan dengan sedotan rokok sesuai selera. Namun bagi yang tidak merokok, cukup pesen minuman es teh. Bisa juga air es, agar bertambah sewegerrr…..

Nah penasaran dengan “Sego Tempong”? Atau Anda ingin merasakan “Tamparan” sego tempong, datanglah ke Banyuwangi. Setiap sore hingga tengah malam, di sudut-sudut kota Banyuwangi banyak bertebaran penjual Nasi Tempong. Selamat mencoba dan menikmati…..

Source : https://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Sego-Tempong-Banyuwangi-Nasi-Tempong-Banyuwangi

Bagikan ini:

Posted in